Blog Tutorial AutoCAD Release 2010

Komunitas Arsitektur Hijau, bank data arsitektur vernakular. | 21/09/2009

Siapa bilang bangunan dan karakteristik arsitektur modern, yang paling menarik ? Komunitas Arsitektur Hijau ( Arjau ) membuktikan arsitektur tradisional pun bisa mencuri perhatian. Sayang, jika musnah dimakan jaman. Komunitas Arjau merupakan wadah minat yang berada dalam lingkup Himpunan Mahasiswa Jurusan Arsitektur kampus Unpar. Berdiri sejak 24 November 1985 di Gunung Papandayan, Arjau memberi perhatian pada arsitektur vernakuler, yaitu, aspek2 budaya yang bersinggungan dengan kajian arsitektur. Tak heran, kegiatan mereka didominasi jalan2, terutama ke kawasan pelosok yang belum banyak dieksplorasi, namun memiliki kekayaan arsitektur yang eksotis dan memikat.

sampireun3rumahdanau

Uniknya, keanggotaan Arjau bersifat seumur hidup. Hingga kini, ada sekitar 400-an anggota Arjau sejak angkatan 1980-an.”Ketika didirikan, awalnya cuma kumpulan anak2 jurusan arsitektur yang ingin jalan2 menyatu dengan lingkungan, tapi belakangan kami juga mau menghasilkan sesuatu dari jalan2 itu,”kata Novy Yulianty, Ketua Arjau, mahasiswa Arsitektur Unpar 2005.

Kegiatan Arjau macam2, dari mulai menggelar latihan dasar untuk inisiasi anggota baru, hingga berpameran. Yang paling seru tentu saja ketika saatnya mereka melakukan ekspedisi. Setiap ekspedisi memerlukan sejumlah persiapan. Dari mulai survey lokasi, hingga izin kepada kepala desa setempat untuk tinggal sejenak bersama penduduk di sana. Selain persiapan fisik, anggota Arjau juga membekali diri dengan pengetahuan. Biasanya, Arjau berusaha mencari sponsor untuk membiayai perjalanan. Namun, meski tak dapat sponsor, ekspedisi akan tetap jalan. Mereka pun berstrategi mencari jalur perjalanan yang murah meriah layaknya backpacker.

“Misalnya, pas kemarin kami ke Lombok, ada 20 orang yang ikut, rata2 mengeluarkan sekitar Rp.1 juta. Kami naik kereta ke Surabaya, terus menyeberang ke Bali, lalu Lombok,”kata Novy. Setelah melakukan ekspedisi, kumpulan data dan foto diolah menjadi laporan.”Tergantung masing2 angkatan, ada yang output-nya berbentuk buku, film atau pameran,”kata Laurenthia. Berkaitan dengan itu, medio Juni lalu Arjau menggelar peluncuran buku “Kampung Nage : Sebuah Sketsa Arsitektural” di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung.

Gara2 namanya, banyak yang menyangka Arjau fokus pada bangunan anti-global warming, konsep green building, dsb.”Kalau mau bicara global warming, green architecture, dsb, prinsip2 itu sudah sejak lama diterapkan di rumah tradisional. Misalnya, ada rumah bambu, atap tinggi, atap miring dsb,” jelas Laurenthia.

Grace Augusta, dari tim riset Arjau, menyebutkan bahwa obsesi Arjau adalah menjadi bank data arsitektur vernakular Indonesia. Sebab, arsitektur yang terbentuk secara asli tanpa sentuhan tangan arsitek, ternyata mampu menjawab tantangan kondisi budaya dan alam yang dihadapi. Ini merupakan hal yang menarik. Soal dokumentasi data, Arjau terus mengumpulkan pelan2.”Publikasi buku atau sumbangan teori tentang arsitektur nusantara masih langka,” tutup Grace. ( PR, 14/5/2009 )


Ditulis dalam Arsitektur Vernakular

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

    My Gravatar


    AutoCAD merupakan software komputer yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan gambar teknik dengan kerumitan dan ketelitian yang sangat tinggi.

    Kategori Tulisan

    Arsip Tulisan

    Cari Tulisan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.